Keanekaragaman Jenis Burung Di Hutan Tanaman Eucalyptus Pellita, Acacia Crassicarpa, Dan Areal Konservasi Pt. Arara Abadi Distrik Minas Rasau Kuning
Salsabila, Nada
Salah satu keanekaragaman hayati yang dapat di ukur dan dijaga serta
dilestarikan dari penurunan keanekaragaman jenisnya adalah burung. Burung
memiliki peran penting dalam penyusunan rantai makanan, membantu
penyerbukan dan penyebar biji serta dapat mengendalikan populasi hama
serangga. Keanekaragaman hewan menjadi penting dilakukan karena pesatnya
perluasan hutan tanaman yang sebagian besar monokultur. PT. Arara Abadi
Distrik Minas Rasau Kuning adalah salah satu perusahaan swasta di Provinsi Riau
yang bergerak pada bidang perkebunan kayu monokultur. Distrik Minas Rasau
Kuning memiliki kawasan hutan tanaman industri dengan jenis tanaman yang di
tanam adalah Eucalyptus pellita, Acacia crasscarpa, dan memiliki areal
konservasi.
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keanekaragaman jenis
burung di Hutan Tanaman Eucalyptus pellita, Acacia crassicarpa, dan Areal
Konservasi PT. Arara Abadi Distrik Minas Rasau Kuning. Metode yang
digunakan pada penelitian ini adalah point count dengan plot lingkaran diameter ±
50 meter dengan jarak antar plot adalah 100 meter.
Hasil penelitian yang telah dilakukan di Hutan Tanaman Eucalyptus
pellita, Acacia crassicarpa, dan Areal Konservasi PT. Arara Abadi Distrik Minas
Rasau Kuning dengan jumlah 2 plot pada masing-masing lokasi pengamatan,
ditemukan 38 individu yang termasuk dalam 13 jenis burung dan 10 famili di
Hutan Tanaman Eucalyptus pellita, dengan indeks keaneakaragaman jenis sedang.
Pada Hutan Tanaman Acacia crassicarpa didapatkan 64 individu, 20 jenis dan 12
famili dengan kriteria indeks keanekaragaman jenis sedang. Jumlah burung yang
ditemukan pada Areal Konservasi adalah 61 individu, 27 jenis dan 17 famili
dengan kategori indeks keanekaragaman jenis tinggi.
Secara keseluruhan jumlah burung yang ditemukan pada tiga lokasi
penelitian di PT. Arara Abadi adalah 163 individu yang termasuk kedalam 40
jenis dan 19 famili. Jenis burung yang umum dijumpai adalah Cekakak belukar
(Halcyon smyrnensis), Cipoh kacat (Aegithina tiphia), Cinenen belukar
(Orthotomus atrogularis), Cinenen kelabu (Orthotomus ruficeps), Perenjak jawa
(Prinia familiaris), Perenjak rawa (Prinia flaviventri), Perkutut jawa (Geopelia
striata), Tekukur biasa (Spilopelia chinensi), Srigunting batu (Dicrurus
paradiseus). Indeks kesamaan jenis yang tertinggi terdapat pada lokasi hutan
tanaman Acacia crassicarpa dengan areal konservasi.
Hasil indeks keanekaragaman jenis burung secara keseluruhan adalah
3,400, artinya keanekaragaman jenis burung di Hutan Tanaman Eucalyptus
pellita, Acacia crassicarpa, dan Areal Konservasi PT. Arara Abadi Distrik Minas
Rasau Kuning secara keseluruhan termasuk kriteria tinggi karena H’>3
berdasarkan Keanekaragaman Shannon-Wienner.
dilestarikan dari penurunan keanekaragaman jenisnya adalah burung. Burung
memiliki peran penting dalam penyusunan rantai makanan, membantu
penyerbukan dan penyebar biji serta dapat mengendalikan populasi hama
serangga. Keanekaragaman hewan menjadi penting dilakukan karena pesatnya
perluasan hutan tanaman yang sebagian besar monokultur. PT. Arara Abadi
Distrik Minas Rasau Kuning adalah salah satu perusahaan swasta di Provinsi Riau
yang bergerak pada bidang perkebunan kayu monokultur. Distrik Minas Rasau
Kuning memiliki kawasan hutan tanaman industri dengan jenis tanaman yang di
tanam adalah Eucalyptus pellita, Acacia crasscarpa, dan memiliki areal
konservasi.
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keanekaragaman jenis
burung di Hutan Tanaman Eucalyptus pellita, Acacia crassicarpa, dan Areal
Konservasi PT. Arara Abadi Distrik Minas Rasau Kuning. Metode yang
digunakan pada penelitian ini adalah point count dengan plot lingkaran diameter ±
50 meter dengan jarak antar plot adalah 100 meter.
Hasil penelitian yang telah dilakukan di Hutan Tanaman Eucalyptus
pellita, Acacia crassicarpa, dan Areal Konservasi PT. Arara Abadi Distrik Minas
Rasau Kuning dengan jumlah 2 plot pada masing-masing lokasi pengamatan,
ditemukan 38 individu yang termasuk dalam 13 jenis burung dan 10 famili di
Hutan Tanaman Eucalyptus pellita, dengan indeks keaneakaragaman jenis sedang.
Pada Hutan Tanaman Acacia crassicarpa didapatkan 64 individu, 20 jenis dan 12
famili dengan kriteria indeks keanekaragaman jenis sedang. Jumlah burung yang
ditemukan pada Areal Konservasi adalah 61 individu, 27 jenis dan 17 famili
dengan kategori indeks keanekaragaman jenis tinggi.
Secara keseluruhan jumlah burung yang ditemukan pada tiga lokasi
penelitian di PT. Arara Abadi adalah 163 individu yang termasuk kedalam 40
jenis dan 19 famili. Jenis burung yang umum dijumpai adalah Cekakak belukar
(Halcyon smyrnensis), Cipoh kacat (Aegithina tiphia), Cinenen belukar
(Orthotomus atrogularis), Cinenen kelabu (Orthotomus ruficeps), Perenjak jawa
(Prinia familiaris), Perenjak rawa (Prinia flaviventri), Perkutut jawa (Geopelia
striata), Tekukur biasa (Spilopelia chinensi), Srigunting batu (Dicrurus
paradiseus). Indeks kesamaan jenis yang tertinggi terdapat pada lokasi hutan
tanaman Acacia crassicarpa dengan areal konservasi.
Hasil indeks keanekaragaman jenis burung secara keseluruhan adalah
3,400, artinya keanekaragaman jenis burung di Hutan Tanaman Eucalyptus
pellita, Acacia crassicarpa, dan Areal Konservasi PT. Arara Abadi Distrik Minas
Rasau Kuning secara keseluruhan termasuk kriteria tinggi karena H’>3
berdasarkan Keanekaragaman Shannon-Wienner.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2025
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2026-03-03T04:21:04Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah