Nilai Ekonomi Kawasan Mangrove Di Desa Teluk Belitung Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti
Rinaldi, Rifal
Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi
karena posisinya di daerah tropis dan dilalui garis khatulistiwa. Keanekaragaman
hayati yang dimiliki termasuk hutan, dari hutan dataran tinggi, hutan dataran rendah
sampai hutan di kawasan perairan pesisir. Hutan mangrove merupakan hutan yang
berada di kawasan pasang surut, yang berfungsi mencegah intrusi, abrasi,
gelombang tinggi, dan berfungsi sebagai penstabil lahan. Hutan mangrove juga
memiliki keanekaragaman biota yang tinggi dan mampu menopang kehidupan
masyarakat sekitarnya.
Tujuan dari peneitian ini adalah menghitung nilai ekonomi kawasan
mangrove di desa Teluk Belitung Kecamatan Mebau Kabupaten Kepulauan
Meranti. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data yaitu nilai manfaat
langsung dan nilai manfaat tidak langsung. Nilai manfat langsung kegiatan ini
diperhitungkan berdasarkan biaya produksi. Sedangkan nilai manfaat tidak
langsung diperhitungkan dengan nilai ekowisata dan nilai pemecah gelombang
(breakwater).
Dari hasil penelitian diperoleh nilai ekonomi kawasan mangrove di Desa
Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar
Rp. 6.893.879.844. Kontribusi ekonomi langsung yang signifikan terlihat dari
sektor perikanan, terutama penangkapan ikan dan udang, yang memberikan
kontribusi ekonomi bagi masyarakat setempat. Nilai guna langsung kawasan
mangrove di Desa Teluk Belitung adalah Rp. 1.092.200.000.
Selain kontribusi langsung, terdapat nilai ekonomi tidak langsung melalui
ekowisata dan fungsi pemecah gelombang mangrove. Masyarakat Desa Teluk
Belitung bersedia membayar untuk menikmati pengalaman ekowisata dan menjaga
fungsi pemecah gelombang mangrove. Nilai guna tidak langsung kawasan
mangrove di Desa Teluk Belitung adalah Rp. 5.801.679.844.
karena posisinya di daerah tropis dan dilalui garis khatulistiwa. Keanekaragaman
hayati yang dimiliki termasuk hutan, dari hutan dataran tinggi, hutan dataran rendah
sampai hutan di kawasan perairan pesisir. Hutan mangrove merupakan hutan yang
berada di kawasan pasang surut, yang berfungsi mencegah intrusi, abrasi,
gelombang tinggi, dan berfungsi sebagai penstabil lahan. Hutan mangrove juga
memiliki keanekaragaman biota yang tinggi dan mampu menopang kehidupan
masyarakat sekitarnya.
Tujuan dari peneitian ini adalah menghitung nilai ekonomi kawasan
mangrove di desa Teluk Belitung Kecamatan Mebau Kabupaten Kepulauan
Meranti. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data yaitu nilai manfaat
langsung dan nilai manfaat tidak langsung. Nilai manfat langsung kegiatan ini
diperhitungkan berdasarkan biaya produksi. Sedangkan nilai manfaat tidak
langsung diperhitungkan dengan nilai ekowisata dan nilai pemecah gelombang
(breakwater).
Dari hasil penelitian diperoleh nilai ekonomi kawasan mangrove di Desa
Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar
Rp. 6.893.879.844. Kontribusi ekonomi langsung yang signifikan terlihat dari
sektor perikanan, terutama penangkapan ikan dan udang, yang memberikan
kontribusi ekonomi bagi masyarakat setempat. Nilai guna langsung kawasan
mangrove di Desa Teluk Belitung adalah Rp. 1.092.200.000.
Selain kontribusi langsung, terdapat nilai ekonomi tidak langsung melalui
ekowisata dan fungsi pemecah gelombang mangrove. Masyarakat Desa Teluk
Belitung bersedia membayar untuk menikmati pengalaman ekowisata dan menjaga
fungsi pemecah gelombang mangrove. Nilai guna tidak langsung kawasan
mangrove di Desa Teluk Belitung adalah Rp. 5.801.679.844.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-07-09T08:42:29Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah